Partisipasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “participation” adalah pengambilan bagian
atau pengikutsertaan. Menurut Keith Davis, partisipasi adalah suatu
keterlibatan mental dan emosi seseorang kepada pencapaian tujuan dan
ikut bertanggung jawab di dalamnya. Dalam defenisi tersebut kunci
pemikirannya adalah keterlibatan mental dan emosi. Sebenarnya
partisipasi adalah suatu gejala demokrasi dimana orang diikutsertakan dalam suatu perencanaan serta dalam pelaksanaan dan juga ikut memikul tanggung jawab sesuai dengan tingkat
kematangan dan tingkat kewajibannya (Wikipedia bahasa Indonesia).
DESA KEDUNGWERU
Sarana Berbagi Asa dan Harapan Bersama Untuk Kedungweru Tercinta
Rabu, 13 November 2013
Rabu, 25 September 2013
GEGAYUHANING DESA
Sekar Dhandhang Gula
Dening R. Teguh Suparman, S.Pd
K emajuaning Desa Puniki
E konomi Undhakna Sanyata
D adekna Gayuhan Mangke
U dinen Marang Kawruh
N adyan Tani, Tani Kang Becik
G ulangen Mring Pakaryan
W ewangunanipun
E di Endah Ing Padesan
R eksanen Iku Kabeh Kanthi Permati
U paya Mrih Raharja
Dening R. Teguh Suparman, S.Pd
K emajuaning Desa Puniki
E konomi Undhakna Sanyata
D adekna Gayuhan Mangke
U dinen Marang Kawruh
N adyan Tani, Tani Kang Becik
G ulangen Mring Pakaryan
W ewangunanipun
E di Endah Ing Padesan
R eksanen Iku Kabeh Kanthi Permati
U paya Mrih Raharja
RIWAYAT PANGARSANING DESA KEDUNGWERU
DESA KEDUNGWERU KIDUL
1. KARYA WANGSA ( .. Tahun)
(AKUWU : Tahun .... s.d Tahun 1870)
2. KERTA WANGSA ( 30 Tahun)
(LURAH : Tahun 1870 s.d Tahun 1900)
3. KARTA SENTANA ( 24 Tahun)
(LURAH : Tahun 1900 s.d Tahun 1924)
DESA KEDUNGWERU LOR
1. WANGSA JAYA (30 Tahun)
(LURAH MEDALI : Tahun 1878 s.d Tahun 1908)
2. RANU SENTIKA (12 Tahun)
(LURAH : Tahun 1908 s.d Tahun 1920)
3. KARTA DIKRAMA ( 4 Tahun)
(LURAH : Tahun 1920 s.d Tahun 1924)
PRASTAWA BLENGKETAN DESA KEDUNGWERU TAHUN 1924
1. KARTA SUDIRA ( LURAH BLENGKET I 1.5 Tahun )
( LURAH : Tahun 1924 s.d Tahun 1926 )
2. KARTA WIRANA ( LURAH 17 Tahun )
( LURAH : Tahun 1926 s.d Tahun 1943 )
3. DULAH MUNIB ( KEPALA DESA 28 Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 1943 s.d Tahun 1971 )
4. SOEPARMAN ( KEPALA DESA 18 Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 1971 s.d Tahun 1989 )
5. TEGUH SUPARMAN ( KEPALA DESA 10 Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 1989 s.d Tahun 1999 )
6. PAINO ( KEPALA DESA 14 Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 1999 s.d Tahun 2013 )
7. ARIS SUMIARTO ( KEPALA DESA .... Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 2013 s.d Tahun .... )
1. KARYA WANGSA ( .. Tahun)
(AKUWU : Tahun .... s.d Tahun 1870)
2. KERTA WANGSA ( 30 Tahun)
(LURAH : Tahun 1870 s.d Tahun 1900)
3. KARTA SENTANA ( 24 Tahun)
(LURAH : Tahun 1900 s.d Tahun 1924)
DESA KEDUNGWERU LOR
1. WANGSA JAYA (30 Tahun)
(LURAH MEDALI : Tahun 1878 s.d Tahun 1908)
2. RANU SENTIKA (12 Tahun)
(LURAH : Tahun 1908 s.d Tahun 1920)
3. KARTA DIKRAMA ( 4 Tahun)
(LURAH : Tahun 1920 s.d Tahun 1924)
PRASTAWA BLENGKETAN DESA KEDUNGWERU TAHUN 1924
1. KARTA SUDIRA ( LURAH BLENGKET I 1.5 Tahun )
( LURAH : Tahun 1924 s.d Tahun 1926 )
2. KARTA WIRANA ( LURAH 17 Tahun )
( LURAH : Tahun 1926 s.d Tahun 1943 )
3. DULAH MUNIB ( KEPALA DESA 28 Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 1943 s.d Tahun 1971 )
4. SOEPARMAN ( KEPALA DESA 18 Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 1971 s.d Tahun 1989 )
5. TEGUH SUPARMAN ( KEPALA DESA 10 Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 1989 s.d Tahun 1999 )
6. PAINO ( KEPALA DESA 14 Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 1999 s.d Tahun 2013 )
7. ARIS SUMIARTO ( KEPALA DESA .... Tahun )
( KEPALA DESA : Tahun 2013 s.d Tahun .... )
Senin, 09 September 2013
KONSEP PERDESAAN DAN TIPOLOGI DESA
Beberapa Pengertian Konsep Desa
Desa dalam pengertian umum adalah sebagai suatu gejala yang bersifat universal, terdapat dimana pun di dunia ini, sebagai suatu komunitas kecil, yang terikat pada lokalitas tertentu baik sebagai tempat tinggal (secara menetap) maupun bagi pemenuhan kebutuhannya, dan yang terutama yang tergantung pada sektor pertanian.
Pengertian Desa secara umum lebih sering dikaitkan dengan pertanian. Misalnya, Egon E. Bergel (1955: 121), mendefinisikan desa sebagai “setiap pemukiman para petani (peasants)”.
Desa dalam pengertian umum adalah sebagai suatu gejala yang bersifat universal, terdapat dimana pun di dunia ini, sebagai suatu komunitas kecil, yang terikat pada lokalitas tertentu baik sebagai tempat tinggal (secara menetap) maupun bagi pemenuhan kebutuhannya, dan yang terutama yang tergantung pada sektor pertanian.
Pengertian Desa secara umum lebih sering dikaitkan dengan pertanian. Misalnya, Egon E. Bergel (1955: 121), mendefinisikan desa sebagai “setiap pemukiman para petani (peasants)”.
Sabtu, 07 September 2013
Kepala Desa Baru Semangat Baru
Berawal dari seorang warga desa biasa yang secara logika dan nalar mestinya tidak berminat untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Desa. Begitulah, Bp. Aris Sumiarto seorang yang semula aktif sebagai salah satu pegawai di sebuah perusahan kontraktor terkemuka di Semarang ini akhirnya memutuskan untuk mengikuti proses pemilihan Kepala Desa Kedungweru, Kec. Ayah Kab. Kebumen yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2013. Kemudian
Mukaddimah
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Puja-puji syukur selayaknya hanya bagi Allah SWT, Tuhan sekalian alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan semoga kepada kita ummatnya hingga akhir zaman, amiiin amiiin ya rabbal 'alamiiin.
Melalui
Langganan:
Postingan (Atom)