Rabu, 13 November 2013

Mencoba Memaknai Partisipasi Warga

Partisipasi berasal dari bahasa Inggris yaitu participation adalah pengambilan bagian atau pengikutsertaan. Menurut Keith Davis, partisipasi adalah suatu keterlibatan mental dan emosi seseorang kepada pencapaian tujuan dan ikut bertanggung jawab di dalamnya. Dalam defenisi tersebut kunci pemikirannya adalah keterlibatan mental dan emosi. Sebenarnya partisipasi adalah suatu gejala demokrasi dimana orang diikutsertakan dalam suatu perencanaan serta dalam pelaksanaan dan juga ikut memikul tanggung jawab sesuai dengan tingkat kematangan dan tingkat kewajibannya (Wikipedia bahasa Indonesia).

Rabu, 25 September 2013

GEGAYUHANING DESA

Sekar Dhandhang Gula

Dening R. Teguh Suparman, S.Pd

K emajuaning Desa Puniki
E konomi Undhakna Sanyata
D adekna Gayuhan Mangke
U dinen Marang Kawruh
N adyan Tani, Tani Kang Becik
G ulangen Mring Pakaryan
W ewangunanipun
E di Endah Ing Padesan
R eksanen Iku Kabeh Kanthi Permati
U paya Mrih Raharja

RIWAYAT PANGARSANING DESA KEDUNGWERU

    DESA KEDUNGWERU KIDUL                                       
1.  KARYA WANGSA                       ( .. Tahun)   
    (AKUWU        :    Tahun  .... s.d Tahun 1870)       
2.  KERTA WANGSA                       ( 30 Tahun)   
    (LURAH        :    Tahun  1870 s.d Tahun 1900)       
3.  KARTA SENTANA                      ( 24 Tahun)   
    (LURAH        :    Tahun  1900 s.d Tahun 1924)       

       
    DESA KEDUNGWERU LOR
1.  WANGSA JAYA                         (30 Tahun)
    (LURAH MEDALI :    Tahun  1878 s.d Tahun 1908)
2.  RANU SENTIKA                        (12 Tahun)
    (LURAH        :    Tahun  1908 s.d Tahun 1920)
3.  KARTA DIKRAMA                       ( 4 Tahun)
    (LURAH        :    Tahun  1920 s.d Tahun 1924)


    PRASTAWA BLENGKETAN DESA KEDUNGWERU TAHUN 1924

1.  KARTA SUDIRA       ( LURAH BLENGKET I 1.5 Tahun )
    ( LURAH            : Tahun  1924 s.d Tahun 1926 )

2.  KARTA WIRANA       ( LURAH             17 Tahun )
    ( LURAH            : Tahun  1926 s.d Tahun 1943 )

3.  DULAH MUNIB        ( KEPALA DESA       28 Tahun )
    ( KEPALA DESA      : Tahun  1943 s.d Tahun 1971 )

4.  SOEPARMAN          ( KEPALA DESA       18 Tahun )
    ( KEPALA DESA      : Tahun  1971 s.d Tahun 1989 )

5.  TEGUH SUPARMAN     ( KEPALA DESA       10 Tahun )
    ( KEPALA DESA      : Tahun  1989 s.d Tahun 1999 )

6.  PAINO              ( KEPALA DESA       14 Tahun )
    ( KEPALA DESA      : Tahun  1999 s.d Tahun 2013 )

7.  ARIS SUMIARTO      ( KEPALA DESA     .... Tahun )
    ( KEPALA DESA      : Tahun  2013 s.d Tahun .... )

Senin, 09 September 2013

KONSEP PERDESAAN DAN TIPOLOGI DESA

Beberapa Pengertian Konsep Desa
Desa dalam pengertian umum adalah sebagai suatu gejala yang bersifat universal, terdapat dimana pun di dunia ini, sebagai suatu komunitas kecil, yang terikat pada lokalitas tertentu baik sebagai tempat tinggal (secara menetap) maupun bagi pemenuhan kebutuhannya, dan yang terutama yang tergantung pada sektor pertanian.
Pengertian Desa secara umum lebih sering dikaitkan dengan pertanian. Misalnya, Egon E. Bergel (1955: 121), mendefinisikan desa sebagai “setiap pemukiman para petani (peasants)”.

Sabtu, 07 September 2013

Kepala Desa Baru Semangat Baru

Berawal dari seorang warga desa biasa yang secara logika dan nalar mestinya tidak berminat untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Desa. Begitulah, Bp. Aris Sumiarto seorang yang semula aktif sebagai salah satu pegawai di sebuah perusahan kontraktor terkemuka di Semarang ini akhirnya memutuskan untuk mengikuti proses pemilihan Kepala Desa Kedungweru, Kec. Ayah Kab. Kebumen yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2013. Kemudian

Mukaddimah

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Puja-puji syukur selayaknya hanya bagi Allah SWT, Tuhan sekalian alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan semoga kepada kita ummatnya hingga akhir zaman, amiiin amiiin ya rabbal 'alamiiin.

Melalui